Plus dan Minus Beli Rumah KPR Bersubsidi

Pemerintah melalui Perumnas telah berupaya terus untuk bisa menghadirkan hunian yang layak dan bisa dimiliki oleh semua kalangan masyarakat. Apalagi bagi masyarakat berpenghasilan rendah alias MBR. Bagi kalangan MBR dapat membeli rumah dengan lebih mudah, yang mana pemerintah melalui Perumnas telah menghadirkan banyak perumahan bersubsidi yang harganya murah dan bahkan juga dengan KPR yang ringan. Rumah KPR bersubsidi hanyalah bisa dimiliki oleh masyarakat yang memenuhi syarat saja memang. Mengingat juga hadirnya rumah subsidi sendiri difokuskan untuk MBR agar dapat memiliki hunian pribadi yang layak.

Plus dan Minus Beli Rumah KPR Bersubsidi

Setiap hal rasanya selalu punya dua sisi, baik dan buruk, kelebihan dan kekurangan, plus dan minus. Begitu pun dengan membeli rumah KPR. Ada plus minus yang perlu disimak. Berikut ini antara lainnya :

 

Plus

Harga sangat terjangkau, karena telah disubsidi oleh pemerintah. Seperti yang disampaikan tadi bahwa rumah KPR bersubsidi dihadirkan untuk menyasak kalangan MBR agar bisa memiliki hunian pribadi yang layak dan sesuai dengan penghasilannya. Sehingga wajar saja kalau harga rumah subsidi pun begitu terjangkau.

Developer yang terpercaya. Ada cukup banyak developer yang bekerjasama dengan pihak pemerintah dalam mengembangkan rumah bersubsidi dan tentunya yang turut serta adalah para developer profesional dan telah terdaftar di asosiasi pengembang resmi. Sehingga resiko untuk mendapatkan developer tidak profesional ketika membeli rumah KPR subsidi pun sangatlah kecil.

Rumahnya pasti, bukan inden. Jadi tak perlu khawatir tidak dapat mempunyai rumah tersebut. Jika anda telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk bisa memiliki rumah KPR persembahan perumnas bersubsidi, maka dengan mudah anda bisa menghuni langsung rumah tersebut.

Syarat tidak terlalu ribet alias mudah. Antara lainnya adalah WNI usia minimal 21 tahun, punya penghasilan tetap maksimal 4 juta rupiah bagi rumah tapak dan maksimal 7 juta rupiah bagi pembeli rumah susun, kemudian NPWP, fotokopi SPT dan PPh, belum pernah punya rumah pribadi dan belum pernah menerima subsidi dari pemerintah dalam hal kepemilikan rumah

 

Minus

Spesifikasi bangunan yang standard. Janganlah berpikir bahwa rumah subsidi adalah rumah yang besar dan mewah. Tidak demikian. Bangunan rumah subsidi standard yang berkisar ukuran 21 meter persegi sampai dengan 36 meter persegi. Karena memang yang dikedepankan adalah kelayakan, bukan kemewahan.

Umumnya punya akses yang lumayan sulit, baik lokasinya yang tidak strategis maupun kondisi jalannya yang kurang bagus. Inilah yang menjadi nilai minus lainnya dari rumah bersubsidi. Meskipun memang tentu masih ada beberapa perumahan bersubsidi yang punya akses jalan yang baik dan untuk ke jalan raya tidak terlalu jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *